Ego Seorang Manusia
Memang benar,manusia tiadalah memiliki rasa puas.Kalau dalam hal ibadah itu bagus,karna bisa memacu untuk melakukan ibadah lebih banyak lagi.Tapi bagaimana bila rasa tidak puas itu dalam hal keduniaan?Inilah yang terjadi pada diriku.
Sepeninggal bundaku,aku hanya dirumah saja.Ada keinginan tuk melanjutkan "karier"(anggap ja bgtu) yang sempat ku tinggalkan selama merawat ibu.Allah telah menetapkan takdir bunda,ia berpulang 8bln yg lalu.Berat rasanya meninggalkan bapak dan adk.Aktivitasku dirumah bak seorang ibu rumah tangga (tp ku anggap sbg bkal ku klak).Sebulan dua bulan aku mampu bertahan,bulan berikutnya rasa jenuh telah merajai diri.Ingin rasanya dapatkan kembali sesuatu yang telah ditinggalkan.Bergerilya kesana kemari akhirnya ku dapatkan juga yang ku cari.
Aku bisa ngajar lagiii....sorak ku dalam hati.Walaupun hanya seminggu tiga kali aku tetap merasa lega.Walaupun mendapatkan aktivitas diluar,aku masih bisa mengurus bapak dan adk.Lama-lama aku merasa kurang.Kenapa hanya 3 hari masuknya.Dalam rapat yayasan aku usulkan untuk 6 hari sekolah atau paling tidak 5 hari sekolah,itu semua setelah aku lihat si-kond yg ada.Usulanku goal...senang rasanya.Pada awalnya semua bisa terkendali.Karier baru(walau hasilnya jauuuh banget dari karier lamaku di tanah rantau,sedih sih tapi belajar menerima) dan keluarga bisa ku handle.Tapi,jujur ku akui,tak selamanya semua rencana berjalan mulus.Banyak tugas numpuk untuk perijinan,dan semua yang berhubungan dg kerjaan.Nota bene yang ada bsic pendidikan cuma ada dua.Aku dan temanku,jadi agak memforsir diri.tak sedikit tugas yang dibawa pulang.Tanpa kusadari perhatianku ke bapak dan adek mulai berkurang.Aku lebih mementingkan pekerjaan.Tugas rumahku mulai kacau,masak,nyuci,bersih-bersih,de el el sudah tak rutin lagi ku kerjakan.Tanpa kusadari aku menempatkan pekerjaanku di posisi atas,sedang keluarga,aku tak tau ada diposisi mana ia bertengger.Aku picik sekali waktu itu.Untuk makan bisa belilah di warung,nyuci ntar ja hari libur,bersih-bersih gampanglah.
Kini apa yang terjadi..?Bapak terbaring lemas di kamar rumah sakit,tak da tenaga dibadanya.Kata dokter,lambung bapak ada masalah.Inikah yang harus ku petik atas apa yang kusemai.Ya Rabb,ku tau Engkau yang memberi kehidupan dan kematian,kesakitan dan kesembuhan.Hanya padaMu Ya Rabb ku mohon ampun atas semua keegoanku.Hanya padaMu jua ku pohonkan kesembuhan tuk bapak.Ya Allah masih banyak yang ingin aku tunjukkan pada bapak.Masih banyak pula yang ingin aku lakukan bersama bapak.
Dulu,waktu aku merawat ibu saat kesakitannya,ibu ingin mendampingiku saat pernikahanku kelak(smoga ku diberi kesempatan tuk menggenapkan dienku),ingin mendampingiku saat kelahiran jundi-jundi ku.Itu smua sudah tak mungkin ibu lakukan.Sekarang hanya bapak harapanku.Tapi apa yang terjadi kini.Bapak terbaring lemas karena keegoanku.
Ya Allah,ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.Amin.Ya Allah,berilah kesempatan untukku perbaiki semuanya.Tak ingin ku jadi anak yang durhaka.Ya Allah...berilah kesempatan waktu untukku.
Ego Seorang Manusia
Memang benar,manusia tiadalah memiliki rasa puas.Kalau dalam hal ibadah itu bagus,karna bisa memacu untuk melakukan ibadah lebih banyak lagi.Tapi bagaimana bila rasa tidak puas itu dalam hal keduniaan?Inilah yang terjadi pada diriku.
Sepeninggal bundaku,aku hanya dirumah saja.Ada keinginan tuk melanjutkan "karier"(anggap ja bgtu) yang sempat ku tinggalkan selama merawat ibu.Allah telah menetapkan takdir bunda,ia berpulang 8bln yg lalu.Berat rasanya meninggalkan bapak dan adk.Aktivitasku dirumah bak seorang ibu rumah tangga (tp ku anggap sbg bkal ku klak).Sebulan dua bulan aku mampu bertahan,bulan berikutnya rasa jenuh telah merajai diri.
KAMI AKAN PATUH
Wahai diri...untuk berubah dalam kebaikan,tak perlu tanyakan apa yang harus dilakukan.Patuhi saja kata-kata yang terucap dari lidah.Tidak berkata kecuali menepatinya.Itu saja...Akan ada dalam diri tiba-tiba menjadi pesona.Bahkan tiada pula yang kan meragukan.
Begitu mulai berjalan dalam percaya,barulah dapat belajar tentang keadilan bagi diri.Kerana hati lebih berhak untuk bercahaya.Dengan memancarkan perintahnya yang terindah dan terbaik bagi jasad dan pikiran.
Wahai diri yang tengah terlena...menggunakan waktu wang masih tersisa terbuang sia-sia.Kepergiannya tak kan pernah lagi kembali.Bumi makin renta.Dan kematian tiada kan menunggu walau dalam satu desahan nafas.Atau...penyesalan berkekalan di kampung keabadian ?
Sentiasalah wahai diri pandai-pandai dalam melihat jua dalam menghitung diri.Berdoa semoga tiada menjadi bagian dari orang-orang zalim yang menyesal di akhirat,yang kan berkata :
"ya Rabb kami,beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami kedunia)walaupun hanya dalan waktu yang sedikit,niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul."(kepada mereka dikatakan):"bukankah kamu telah bersumpah dahulu(di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?"(QS.Ibrahim 14:44)
Percaya dan yakin...pemberian Ilahi yang pasti telah sampai pada diri.Kelak kan memohon kepada Allah...KEMBALIKAN KAMI KE DUNIA YA ALLAH !
Kami akan shalat dan tidak akan menyia-nyiakan shalat...
Kami akan sedekah dan tidak akan melupakan infaq...
Kami akan banyak beribadah dan tidak akan lalai...
Kami akan berdagang dengan benar dan tidak akan menipu...
Kami akan bicara jujur dan tidak akan bohong...
Kami akan ikhlas,sabar dan tidak riya’ tidak mengeluh...
Kami akan bicara baik,tidak bergosip,ngerumpi,menggunjing...
Kami akan berbakti pada orangtua dan tidak akan durhaka...
Kami akan menyayangi sesama dan tidak akan nenzalimi...
Kami akan...kami akan...kami akan...
Tentang Wanita
Kecantikan wanita tidak berarti apa-apa dibandingkan kemuliaan akhlak dan perilakunya...
Kecantikan seorang wanita terletak sejauh mana id dapat menahan(menjaga)malunya,sementara kegagahan seorang lelaki terletak sejauh mana ia dapat menahan(menjaga)amarahnya...
Tiada seorang Muslim yang melihat wanita lalu dia memejamkan matanya,melainkan Allah SWT akan menberi rasa lezat beribadat dihatinya.HR.Ahmad&Tabrani...
Yang diinginkan seorang gadis dari dunia ini hanyalah seorang suami,dan apabila ia sudah mendapatkannya,ia menginginkan segala-galanya...
Wanita menghadapi banyak permasalahan,sebagian diatasi dengan berkawin dan sebagian yang lain diatasi setelah dia masuk ke liang kubur...
Wanita sangat berlebihan dalam mencintai dan membenci,dan tidak mengenal pertengahannya...
Wanita hidup untuk berbahagia dengan cinta,sementara lelaki mencintai untuk hidup berbahagia...
Sesungguhnya tidak ada wanita yang sangat cantik,yang ada hanyalah kaum lelaki yang sangat lemah bila berhadapan dengan kecantikan...
Setiap wanita mempunyai dua mata.Adapun wanita yang cemburu berlebihan mempunyai tiga mata.Satu di sebelah kanan,satu disebelah kiri,dan yang ketiga diarahkan kepada suami...
Wanita pada umumnya takut akan tiga hal : tikus,munculnya uban,dan wanita-wanita cantik yang menjadi saingannya...
Wanita tidak diciptakan untuk dikagumi semua lelaki tetapi sebagai sumber kebahagiaan seorang suami...
Pada waktu bertunang,lelaki banyak berbicara dan perempuan mendengarkan.Pada saat perkawinan,perempuan berbicara dan pengantin lelaki mendengarkan.Sesudah perkawinan,suami dan istri banyak berbicara dan para tetangga mendengarkan...
Seorang wanita yang bijaksana nenambahkan gula pada kalimatnya setiap kali berbicara dengan suaminya,dan mengurangi garam pada ucapan suaminya...
Pudarlah kebahagiaan seorang wanita jika ia tidak mampu menjadikan suaminya teman yang termulia...
Wanita lebib cepat daripada lelaki dalam menangis dan dalam mengingatkan peristiwa yang menyebabkan dia menangis...
Wanita bisa memaafkan suatu pengkhianatan suaminya,tetapi dia tidak bisa melupakannya...
Istri yang bersikap jujur dan setia kepada suami,telah meringankan setengah beban kehidupan suaminya...
Pengemis Ini,Aku Ya Allah
Pengemis ini,aku Ya Allah...yang lupa dosa-dosa yang lalu,sedangkan catatannya sentiasa terpelihara disisi Mu.
Pengemis ini,aku Ya Allah...sentiasa mengingati kebaikan-kebaikan di masa lampau,sedangkan aku sendiri tidak tahu,apakah diterima kebaikannya atau ditolak oleh Mu.
Pengemis ini,aku Ya Allah...kepandaiannya melihat orang yang lebih darinya disudut duniawi,sentiasa terkejar-kejar duniawi dan lupa bersyukur pada apa yang Engkau beri padanya.
Pengemis ini,aku Ya Allah...kepintarannya melihat orang yang kurang darinya di sudut agama (amalan akhirat),membuatnya tiada keinginan untuk belajar atau memperbaiki amalan untuk akhirat.
Ya Allah...
Pengemis ini,aku Ya Allah...yang hina lagi papa,tiada bekal apa-apa ’tuk menghadapMu nanti.
AmpunanMu...Belas kasihMu...Rahmah HidayahMu...KeridhoanMu...air mata yang menetes ini ya Allah...sucikan hati,jiwa dan raga ini...biarpun tidak layak disisi dekatMu...biarlah ianya tidak Engkau jadikan layak untuk nerakaMu.Air mata yang menetes ini Ya Allah...
